Thursday, 17 January 2019

Bangunan-bangunan Bersejarah di Sekitar Alun - Alun Kota Malang

1. Pertokoan Sarinah 

Sarinah Malang
Sarinah Malang
Sarinah atau Pertokoan Sarinah dulunya memiliki nama Concordia , berdasarkan Surat Resolusi 31 Oktober 1820 , no. 16 (Bupati Soerabaia, 1914) menyatakan bahwa ditempat ini dulunya adalah rumah dinas Raden Panji Wielasmorokoesono setelah diangkat menjadi Bupati Malang sampai tahun 1839 bersamaan dengan wafatnya beliau. Pada akhirnya tempat ini diambil alih oleh Belanda dan kemudian dijadikan gedung Societeit Concordia , dibangun sebelum tahun 1900 dan kemudian setelah tahun 1914 bangunan tersebut dirobohkan dan diganti  dengan model yang lebih modern hingga pada akhirnya pada 1947 gedung ini kembali dihancurkan dengan cara dibumi hanguskan dalam strategi perang gerilya hingga pada satu tahun berikutnya gedung ini kembali dibangun gedung baru untuk pusat pertokoan pertama di Malang. (Sumber : Malang Documentary Board , Yayasan Inggil 2007).
Sarinah Malang
Monumen Sarinah (2016)

2. Bank Indonesia

bank indonesia malang


Merupakan cikal bakal Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang, bangunan ini dulunya bernama De Javasche Bank Malang yang berdiri pada 1 Desember 1916 dengan bentuk arsitektur yang tidak terlalu banyak mengalami perubahan sejak didirikan. Hanya mengalami perubahan pada bagian atap setelah diganti karena peristiwa Bumi Hangus Malang. Pada masa penjajahan jepang (1942) bangunan ini pernah berganti nama menjadi Nanpo Kaihatsu Ginko hingga pada 1946 penjajahanJepang berakhir dan sekutu kembali datang bangunan ini kembali beroperasi dengan nama De Javasche Bank. Hingga pada 1953 berdasarkan UU No.11 Tahun 1953, De Javasche Bank berubah menjadi Bank Indonesia sampai sekarang (Sumber : Malang Documentary Board , Yayasan Inggil 2007).

3. Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara

kantor perbendaharaan dan kas negara malang
Kantor Kas dan Perbendaharaan Kota Malang
Bangunan ini dahulunya merupakan kantor Karesidenan Malang dan dibangun pada tahun 1936 oleh arsitek Ir. M. B. Tideman. Bangunan ini juga merupakan saksi dari peristiwa Malang Bumi Hangus pada tahun 1947. Gedung ini merupakan target utama pembakaran oleh pejuang malang , karena letaknya yang sangat strategis untuk digunakan kembali oleh Belanda  (Sumber : Malang Documentary Board , Yayasan Inggil 2007).

4. GPIB Immanuel

gpib immanuel malang
GPIB Immanuel Malang
Pada bagian perempatan Alun-alun utara pada tahun 1861 berdiri sebuah Gereja Protestan kuno bersebelahan dengan Masjid Jami' dengan nama Protestanche Gemete te Malang. Dengan bentuk yang masih sederhana , kemudian oleh Belanda dibongkar dan dibangun kembali menjadi Gereja Gothic tahun 1912. GPIB Immanuel menyimpan dua alkitab kuno yang usianya hampir 400 tahun. Alkitab kuno tersebut tersimpan rapi dalam sebuah lemari di gereja dan masih dapat dibaca dengan jelas, dua alkitab tersebut memiliki tulisan cetak 1618 (Sumber : ngalam.co).

5. Gereja Hati Kudus Kayutangan

gereja hati kudus kayutangan malang
Gereja Hati Kudus Kayutangan
Gereja Hati Kudus Kayutangan merupakan salah satu gereja umat Katolik yang ada di Malang. Gereja ini dibangun antara tahun 1900 - 1915 oleh seorang arsitek kenamaan asal Belanda yaitu Marius J. Hulswit dengan model arsitektur neo-gothic. Hingga saat ini gereja ini masih berdiri kokoh di tengah pusat kota Malang yang terus berkembang kemajuannya dengan pesat (Sumber : ngalam.co).

6. Toko Oen 

toko oen malang
Toko Oen Malang
Toko Oen Malang atau Toko Oen Ice Cream Palace & Patisserie merupakan salah satu tempat kuliner legendaris yang ada di Malang. Toko Oen sudah berdiri sejak 1930 dan menjadi sebuah restoran favorit sejak dahulu hingga sekarang atau tempat nongkrongnya para maneer pada zaman dahulu. Pada bagian dalam terdapat tulisan "Welkom in Malang , Toko "Oen" Die Sinds 1930 Aan De Gasten Gezelligheid Geeft" , yang dimana memiliki arti Toko Oen ini sudah melayani masyarakat sejak mereka berdiri pada tahun 1930. Hingga kini keaslian Toko Oen ini menjadi salah satu tujuan utama bagi para penikmat bangunan heritage dan kuliner legendaris. 

Baca Juga : Nyicipin Ice Cream dengan Atmosfir Kolonial di Toko Oen Malang

7. Masjid Agung Jami' Malang

masjid agung jami malang
Masjid Jami' Malang
Masjid Agung Jami’ Malang didirikan pada tahun 1890 M di atas tanah Goepernemen atau tanah negara sekitar 3.000 m2. Menurut prasasti yang ada, Masjid Agung Jami’ dibangun dalam dua tahap. Tahap pertama dibangun tahun 1890 M, kemudian tahap kedua dimulai pada 15 Maret 1903, dan selesai pada 13 September 1903. Masjid yang letaknya bersebelahan dengan Gereja GPIB Immanuel ini menjadi saksi sejarah perkembangan kota Malang hingga sekarang dan menjadi salah satu masjid tertua yang ada di kota Malang.


8. Hotel Pelangi 


hotel pelangi malang
Hotel Pelangi Sekarang
Sumber foto : hotelpelangimalang.com
Hotel Pelangi merupakan hotel yang terletak di area Alun-alun sebelah selatan dan berdekatan dengan Bank Mandiri. Menurut sejarahnya Hotel Pelangi sudah beberapa kali berganti nama  diawali oleh ABraham Lapidoth (1836-1908) yang membangun hotel ini dan diberi nama Hotel lapidoth dengan bentuk yang masih sederhana hingga kemudian pada 1870 berganti nama kembali menjadi Hotel Malang. Hingga akhirnya dijual dan dirobohkan yang kemudian pemerintah Hindia - Belanda membangun kembali hotel tersebut dengan nama Palace Hotel pada tahun 1915. Namun saat kependudukan Jepang hotel diambil alih dan berganti nama menjadi Hotel Assoma hingga kembali menjadi nama Palace Hotel kembali ketika 1945 sampai selesainya agresi militer Belanda tahun 1947. Hotel sempat terbengkalai setelah agresi militer Belanda hingga akhirnya hotel dibeli oleh seorang pengusaha dari Banjarmasin bernama H. Sjacran Hoesin (1920-1999). Setelah selesai dibangun kembali hotel tersebut berganti nama menjadi Hotel Pelangi pada 1964 hingga sekarang dan pengelolaan pun dilanjutkan oleh generasi penerus dari keluarga Sjahran. Hotel ini masih mempertahankan bentuk asli sebelum terbengkalai namun menara kembar yang ditengah hotel tidak bisa dipertahankan kembali (Source situsbudaya.id).

Share:

0 comments:

Post a Comment