Friday, 9 November 2018

Keraton Yogyakarta , Wisata Edukasi dan Pusat Kebudayaan Jawa di Yogyakarta


Pada suatu kesempatan di bulan Agustus 2018, mendapat kesempatan untuk menghibur diri sendiri dengan solo travelling. Berawal dari gerakan menabung minimal 150.000 per bulannya untuk travelling akhirnya kesampaian pada Agustus 2018. Salah satu tempat yang masuk dalam itenirary perjalan ke Yogya adalah Keraton Yogyakarta. Mungkin sebagian orang sudah pernah mengunjungi tempat ini, namun bagi aku yang belum pernah ke Yogya sama sekali tempat ini wajib masuk dalam tujuan utama, kalo dalam list tempat ini aku kategorikan sebagai primary needs hehehe.

Mengunjungi Keraton tergolong tidak memakan banyak biaya, karena harga karcis yang cukup murah  yaitu 7.500 dan hanya akan ada biaya tambahan jika kita membawa kamera seharga 1.000 saja. Tempat ini masih berstatus masih aktif sebagai tempat tinggal para sultan Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Sehingga untuk berkunjung ketempat ini harus dengan mengenakan pakaian yang sopan dan berperilaku baik, bahkan kita juga harus berperilaku baik dengan para abdi dalem. 

Kawasan kompleks keraton ini tergolong sangat luas dan memiliki banyak museum-museum di dalamnya. Sebagian besar museum yang ada disini menyimpan berbagai pernak-pernik yang unik dan langka, perhiasan-perhiasan, cindera mata, ada banyak juga lemari-lemari dengan koleksi lainnya yang menyimpan barang-barang peninggalan Sultan-sultan Yogyakarta seperti Sri Sultan Hamengkubuwono VIII dan lain sebagainya. 


Bangunan ini memiliki ornamen yang kental dengan unsur-unsur Jawa, memiliki ornamen-ornamen yang mewah dan mengagumkan dimana kita bisa melihat perpaduan antara ornamen Jawa namun dipercantik dengan kilauan kaca-kaca. Tempat-tempat yang ada di Keraton memiliki pepohonan yang rindang dengan paviliun yang luas.

Ada beberapa museum yang harus diperlakukan secara khusus oleh pengunjung atau wisatawan, salah satunya Museum Batik, kita tidak diperkenakan mengambil gambar ataupun foto didalam museum sehingga para pengunjung tidak diperkenakan mengeluarkan atau mengaktifkan kameranya didalam museum ini , jika anda mengambil foto dengan kamera anda didalam museum ini anda akan segera ditegur para abdi dalem yang ada.

Selain itu alankah baiknya jika anda ingin memotret salah satu sudut museum yang ada di dalam area keraton harus bertanya dahulu "Maaf pak, boleh saya mengambil foto didalam sini ?" . Jika mendapat izin silahkan dan jika tidak mendapat izin maka taatlah dengan peraturan yang ada. Saya mendapatkan beberapa foto bagian dalam museum seperti museum Kristal Keraton Ngayogyakarta. Museum Kristal Keraton terbagi menjadi dua ruangan, pada ruangan pertama menyimpan berbagi pot bunga dari keramik, jam meja, lampu duduk, guci, berbagai macam hiasan peninggalan Sri Sultan Hamengkubuwono VIII dan pada ruangan kedua menyimpan berbagai gelas-gelas kristal, tempat buah, tempat keju, dan tempat selai dari kristal, dan berbagai macam hiasan lainnya. 


Pada kesempatan yang lalu saya berkunjung ketika hari sabtu, pada hari sabtu biasanya akan ada penampilan wayang kulit di area Bangsal Sri Manganti, pertunjukan wayang kulit yang diiringi alat-alat musik tradisional Jawa ini lebih menarik minat dari wisatawan mancanegara, untuk wisatawan domestik sendiri tergolong hanya melihat sesaat saja. Jadi tidak heran banyak wisatawan mancanegara disekitar area ini, mereka tergolong sangat antusias melihat, mungkin karena di negara mereka tidak ada yaaa :D.  
Share:

0 komentar:

Post a Comment