Friday, 5 October 2018

Taman Sari Yogyakarta, Bekas Pemandian Raja yang Menjadi Destinasi Wisata Sejarah di Yogyakarta


Taman Sari Yogyakarta, temat wisata murah yang cukup digandrungi kaula muda maupun tua, selain harganya yang bersahabat, tempat ini juga memiliki spot-spot yang cukup instagramble banget bagi para instagrammers ataupun mereka yang senang foto-foto. Sebenernya tempat ini sudah masuk list destinasi liburan gue sejak lama. Namun baru bisa terlaksana ketika bulan Agustus lalu. Tanpa berbekal pengalaman liburan secara langsung ke Yogya dengan modal hasil dari baca-baca info dari blog-blog, gue memberanikan diri melakukan solo travelling ke Yogyakarta.

Kembali ke Taman sari tadi, Taman sari dibangun pada tahun 1758-1765, Taman sari dulunya merupakan pemandian milik Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan dibangun ketika pemerintahan Sultang Hamengku Buwono I. Taman sari sering juga disebut sebagai Water Castle atau Istana air, Taman sari dulunya juga difungsikan sebagai tempat untuk aktivitas religi dan juga sebagai tempat pesiar dan peristirahatan dapat diketahui dari adanya fasilitas-fasilitas seperti umbul, pesiraman, kolam, segaran, dan pertamanan. 

Pasiraman Umbul Binangun
Taman sari memiliki arsitektu bangunan yang sangat unik, seperti perpaduan antara bangunan kolonial dengan arsitektur khas nusantara. Bangunan-bangunan yang ada disini terbagi menjadi empat bagian, yaitu danau buatan disebelah barat, Pemandian Umbul Binangun, Pasarean Ledok Sari dan Kolam Garjitawati , bagian timur bagian pertama dan kedua meluas ke arah timur sampai tenggara Kompleks Magangan. 


Sumur Gemuling
Banyak spot foto yang sangat bagus atau sangat kekinian seperti Sumur Gumuling, kalo kalian mau mengunjungi Sumur Gumuling kalian harus berjalan kaki melewati perkampungan warga karena letaknya yang terpisah dari kompleks utama (pemandian). Kalo tidak tahu arah kalian bisa ngikutin orang saja atau bertanya pada warga, sebagian besar pengunjung kemarin mereka tidak tahu juga akses masuk ke Sumur Gumuling jadi ada yang ngikutin aku doang waktu mau ke Sumur Gumuling dan kalian telah mengikuti orang yang juga sama-sama tidak tahu arahnya kemana hahaha! . Jadi intinya bertanya saja dengan petugas disana atau bertanya langsung ke warga sekitar. Sumur Gumuling ini berdekatan dengan bangunan yang disebut masjid bawah tanah, ya bawah tanah ! walau bentuknya tidak seperti masjid pada umumnya yaitu hanya lorong-lorong yang sangat luas dan terdapat semacam mihrab atau tempat pengimaman. 

Pulo Kenanga

Pulo Kenanga
Spot lain yang cukup keren dari kawasan Taman Sari adalah Pulo Kenanga, terletak terpisah dan disebut sebagai bangunan yang lokasinya paling tinggi dibandingkan dengan bangunan di sekitarnya. Gedong Pulo Kenang dulunya berfungsi sebagai tempat peristirahatan dan beberapa kegiatan-kegiatan pertunjukan seni. Meski sebgaian bangunan sudah hancur, Pulo Kenanga memiliki spot foto yang sangat instagramble atau kekinian dan cocok bagi yang seneng foto-foto. 

Selain itu dengan temperature cuaca Yogyakarta yang sangat panas, maka disarankan jika mengunjungi tempat ini jangn lupa gunakan sunblock. Selain itu kalau ada waktu di luar weekend, sempet-sempetin lah berkunjung kesini, karena saat weekend pengunjung sangat membludak sehingga sulit untuk mengambil foto. Untuk makanan juga jangan khawatir karena di area wisata ini sudah banyak orang berjualan makanan dan minuman bagi yang perutnya pengen ngemil atau makan mulu.

Segitu saja ya cerita perjalanan kali ini, semoga bermanfaat :) Jangan lupa share ;)

Reference : Eka Hadiyanta,  Ign., Menguak Keagungan Tamansari, Sumber Aksara Yogyakarta, 2012


Share:

0 komentar:

Post a Comment