Sunday, 18 March 2018

Gedung Algemeene Surabaya, Bangunan Tua di Surabaya Karya Arsitek Kenamaan Asal Belanda



Sebuah gedung yang terletak di Jembatan Merah Surabaya, terlihat sedikit tidak terawat ketika saya melewati kawasan ini. Saya pun tertarik untuk menelusuri dari bangunan yang terlihat angker ini dan penuh tanda tanya bagi saya. Meskipun dulunya saya juga udah pernah melewati bangunan ini , namun hanya sekedar lewat saja dan tidak menelusuri maupun mendekati bangunan ini, karena bangunan ini sendiri terletak di pinggir jalan yang memiliki lalu lintas padat jadi tergolong sulit untuk memberhentikan kendaraan sembarangan. Dari beberapa tulisan yang saya baca , gedung tersebut memiliki beberapa nama di kalangan masyarakat , ada yang menyebutnya gedung Algameene, gedung Singa, atau gedung Aperdi. Gedung ini katanya pada awalnya dipakai oleh sebuah perusahaan asuransi jiwa yaitu Algameene Maatschappij van Levensverzekering en yang berasal dari Belanda.

Kawasan sekitar Gedung Aperdi Surabaya (2018)
Gedung ini lebih dikenal dengan nama Gedung Singa oleh beberapa masyarakat, karena terdapat dua patung singa didepan bangunannya yang masing-masing patung memiliki sayapnya. Sedangkan pada bagian atas terdapat lukisan klasik karya Jan Toorop, seorang desainer grafis dan ilustrator, pelukis art nouveau, simbolis imperassionis, yang berasal dari Belanda. Lukisan dipandang oleh beberapa orang memiliki unsur mistis dalam pesan yang dimaksud didalam lukisan keramik tersebut, dimana ada seorang wanita duduk di tengah dengan tangan sayap dan tangannya mengembang dan pada dada terdapat logo A yang mungkin maksudnya adalah Algameene atau nama gedung itu sendiri. Pada bagian kiri dan kanan terdapat dua orang wanita yang sedang menggendong anak dengan pakaian seperti bersanggul dan pakaian puteri Jawa.

tepat ditengah bangunan terdapat lukisan Keramik karya Jan Toorop
Sayang dalam dua kali kesempatan saya melewati bangunan ini, bangunan ini tidak bisa dimasuki dan bahkan sepertinya memang tidak boleh dimasuki oleh masyarakat umum. Bangunan memang sedikit tidak terawat namun unsur kemegahan dari bangunan ini tidaklah hilang. 

Jika boleh disebut, gedung ini bukan sembarang gedung karena gedung ini milik rancangan dari Hendrik Petrus Berlage, seorang arsitek terkenal Belanda yang telah memiliki signature bangunan di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri Hendrik Petrus berlage mempunyai dua bangunan peninggalannya, selain gedung ini juga ada gedung De Nederlanden yang terletak di Jalan Pintu Besar Jakarta berseberangan dengan Museum Bank Indonesia, kini bangunan tersebut pada kunjungan saya 2016 bangunan tersebut digunakan sebagai gedung asuransi Jasindo.

Kini bangunan tersebut pada awal 2018 kunjungan saya kesini bangunan mulai ditumbuhi oleh beberapa tumbuhan liar pada bangunannya dan tidak sedikit bangunannya mulai berlumut. Semoga ada gerakan perubahan oleh pemerintah setempat dalam memperbaiki gedung tersebut, karena gedung ini pastinya memiliki sejarahnya sendiri sebagai bangunan cagar budaya masyarakat Surabaya dan kita semua. Jika ada kesempatan saya tertarik kembali untuk menelusuri kawasan heritage dari kota Surabaya kembali.

Referensi
http://ayorek.org/2014/05/signature-berlage-di-gedung-aperdi-algemeene/#sthash.GVagKU7y.h7DJJlj5.dpbs
Share:

0 komentar:

Post a Comment