Friday, 26 January 2018

Menelusuri Rumah Kelahiran Bung Karno di Surabaya


Soekarno merupakan anak dari pasangan Raden Soekemi Sosrodihardjo yang seorang guru dan Ida Ayu Nyoman Rai, Soekarno lahir pada tanggal 6 Juni 1901 di Surabaya tepatnya di Kampung Pandean Kecamatan Genteng pada sebuah rumah di Jalan Pandean IV nomer 40 dengan nama Kusno Sosrodihardjo. Dimana saat itu Ayah Soekarno dipindah tugaskan dari Bali ke Surabaya bersama sang istri yang saat itu tengah mengandung Soekarno.

Meski dilahirkan di rumah ini namun Soekarno kecil tidak lama tinggal disini karena ikut sang kakek dan nenek dari pihak bapak tinggal di Tulungagung Jawa Timur hingga usia 6 tahun lalu dimasukkan ke Sekolah Desadi Kelurahan Patihan . Sejak 1916 Soekarno kembali ke Surabaya dan melanjutkan pendidikan di Hogere Burger School (HBS) dan indekost di kediaman HOS. Tjokroaminoto, Pimpinan Sarekat Islam di Gang Paneleh VII No.29/31 Surabaya tidak jauh dengan rumah kelahirannya dan tamat dari Hogere Burger School pada 10 Juni 1921. Saat masa remaja Bung Karno berkuliah di Technische Hogeschool (THS) sekarang Institut Teknologi Bandung, pada 1 Juli 1921 kemudian mendapat gelar Insinyur Sipil, "Civil Ingenieur", pada 25 Mei 1926.


Awalnya tidak banyak orang yang mengetahui tentang sejarah rumah ini termasuk saya sendiri, dimana saya sendiri awalnya juga bingung kenapa ada orang-orang yang mengatakan Soekarno lahir di Blitar meskipun pada buku-buku dan sejarah yang ada membuktikan bahwa Soekarno lahir di Surabaya.

Kini rumah ini di tetapkan sebagai bangunan Cagar Budaya oleh pemerintah Surabaya pada 2013 silam, namun sayang rumah ini tampak tidak terlalu terawat dengan cat yang sudah memucat dan memudar. Berawal dari berita yang pernah saya baca bahwa alotnya proses negosiasi antara pemkot dengan pemilik rumah sekarang yang menyebabkan rumah ini berlarut-larut tidak ada kejelasan hingga menjadi tidak terawat. Semoga ada titik terang untuk kedepannya demi menjaga rumah ini menjadi situs Cagar Budaya dengan tetap mempertahankan arsitektur asli tanpa ada perubahan demi menjadikannya sebagai tempat edukasi bagi cucu-cucu kita nantinya.

Akses jalan menuju rumah ini tergolong tidak terlalu sulit, karena pada gang sudah terdapat papan yang menunjukkan keberadaan rumah ini. Anda juga dapat bertanya pada warga sekitar karena rumah ini terletak di kawasan padat penduduk dan jaraknya juga tidak terlalu jauh masuk kedalam dari pinggir jalan raya.

Share:

0 komentar:

Post a Comment