Wednesday, 24 January 2018

Hotel Majapahit , Saksi Bisu Perjuangan Arek-Arek Suroboyo Mempertahankan Kemerdekaan


Sebuah Hotel yang selama ini sering disebut di buku-buku pelajaran sekolah adalah Hotel Yamato atau Hotel Oranje yang kini telah berubah nama menjadi Hotel Majapahit dengan tetap mempertahankan keaslian arsitekturnya. Sebuah Hotel bersejarah yang ada di Surabaya dimana hotel ini menjadi saksi bisu perjuangan heroik arek-arek Suroboyo dalam mempertahankan kemerdakaan Republik Indonesia meski banyak terjadi pertumpahan darah karena berawal dari insiden ini pula lah terjadinya insiden 10 November yang banyak mengakibatkan korban jiwa. 

Awalnya adalah beberapa orang Belanda di bawah pimpinan Mr. W.V.Ch Ploegman pada malam hari tanggal 19 September 1945 mengibarkan bendera Belanda(merah, putih, dan biru) tanpa persetujuan pemerintah RI wilayah Surabaya pada tiang teratas dari Hotel. Hingga pada keesokan harinya pemuda Surabaya melihatnya dan marah karena mereka menganggap Belanda telah menghina kedaulatan Indonesia dan ingin mengembalikan kekauasaan kembali ke Indonesia.

Hingga pada akhirnya kabar tersebut cepat menyebar ke seluruh Surabaya dan dalam kurun waktu yang sangat cepat hotel langsung dikerumuni orang-orang Indonesia yang marah dan hendak menurunkan bendera Belanda tersebut. Setelah itu terjadi perundingan antara Residen Sudirman , pejuang dan diplomat yang saat itu menjabat sebagai Wakil Residen (Fuku Syuco Gunseikan) yang saat itu masih diakui pemerintah Dai Nippon Surabaya Syu, sekaligus sebagai Residen Daerah Surabaya Pemerintag RI, datang untuk masuk kedalam hotel dikawal Sidik dan Hariyono. Mereka berunding dengan Mr. Ploegman agar bendera Belanda diturunkan, namun Mr. Ploegman menolaknya dan menjadi panas hingga Mr. Ploegman mengeluarkan pistol dan terjadilah perkelahian. Ploegman tewas dicekik oleh Sidik yang kemudian tewas ditangan tentara Belanda, sementara Sudirman dan Hariyono melarikan diri keluar.

Hotel Yamato kini(2018) menjadi Hotel Majapahit dengan memepertahankan arsitektur asli.

Pemuda yang diluar pun mengetahui bahwa perundingan memanas maka para pemuda langsung mendobrak masuk ke dalam lobi Hotel Yamato dan sebagian pemuda brebut naik keatas lobi Hotel Yamato untuk naik menurunkan bendera Belanda, hingga pada akhirnya Hariyono yang semula bersama Sudirman didalam terlibat dalam pemanjatan bersama Kusno Wibowo untuk menurunkan bendera tri warna Belanda. Aksi ini disambut meriah warga Surabaya dengan meneriakan kata Merdeka ! .

Referensi : wikipedia





Share:

0 komentar:

Post a Comment