Friday, 10 November 2017

Istana Gebang, Rumah Masa Kecil Bung Karno di Blitar

Kota Blitar sangat identik dengan Presiden Bung Karno atau Presiden pertama Republik Indonesia, mulai dari banyaknya monumen-monumen atau lukisan-lukisan Bung Karno yang menghiasi Kota Blitar. Selain Taman Makam Bung Karno kita juga bisa mengunjungi tempat bersejarah lain yang juga berkaitan dengan sang Proklamator, yaitu Istana Gebang. Merupakan sebuah rumah yang terletak dilahan sekitar 1,5 hektar yang dimana Bung Karno sempat menghabiskan masa kecilnya disini bersama dengan orang tuanya dan kakaknya.

Selain Blitar menurut beberapa sejarawan Bung Karno lahir di Surabaya pada tahun 1901 dan pada masa kecil sempat beberapa kali pindah-pindah tempat tinggal seperti di Sidoarjo dan Jombang meski tidak lama karena hanya mengikuti sang ayah Raden Soekemi Sosrodihardjo, hingga akhirnya mereka pindah dan menetap di Blitar pada tahun 1907. Awalnya rumah yang terletak di Kecamatan Sanan wetan ini dikelola oleh ahli waris hingga pada akhirnya rumah ini diambil alih oleh pemerintah Blitar hingga akhirnya dibuka untuk umum.


Adapun biaya untuk masuk kedalam rumah ini gratis dan anda tinggal mengisi buku tamu yang ada pada ruangan utama dari rumah ini dan setelah itu anda bebas mengelilingi rumah Bung Karno ini. Rumah ini tergolong sangat luas dan banyak terdapat perabotan-perabotan kuno peninggalan keluarga Bung Karno seperti piala-piala dan penghargaan, tongkat-tongkat, radio, mesin ketik, dan lain sebagainya.

Selain itu terdapat beberapa kursi-kursi rotan dan meja-meja rotan pada ruang tamu, ruang berkumpul keluarga atau ruangan tengah , serta pada ruang makan yang konon katanya Soekarno pernah melakukan pertemuan dengan Supriyadi salah satu seorang pimpinan pembrontakan PETA. Adapun kamar yang terdapat disini ada 5 yaitu kamar Bung Karno, kamar tamu pria, kamar tamu wanita, kamar dari kakak Soekarno dan kamar orang tua dari Bung Karno lengkap dengan kasur serta ranjangnya. 

Pada bagian garasi terdapat sebuah mobil Mercedez type 100 dengan plat AG 390 N yang biasanya digunakan untuk menjemput Bung Karno dari Bandara Abdulrachman Saleh untuk mengunjungi orang tuanya di Blitar atau digunakan selama aktivitas-aktivitas Bung Karno di Blitar.

Pada bagian samping rumah terdapat sebuah bangunan yang biasa digunakan untuk acara-acara kesenian sebagai hiburan seperti pertunjukan wayang kulit ataupun acara-acara lain yang biasanya diselenggarakan bertepatan dengan tanggal lahir Bung Karno seperti haulan dan lain sebagainya.




Share:

0 komentar:

Post a Comment