Saturday, 25 November 2017

Candi Penataran , Candi Terluas dan Termegah di Jawa Timur

Dalam perjalanan ke Blitar kebanyakan orang target utuma atau tujuan utama adalah mengunjungi Makam Bung Karno. Sebaiknya anda jangan lupakan salah satu tempat yang cukup bersejarah juga yaitu Candi Penataran. Candi yang terletak di daerah Desa Penataran, Nglegok, Blitar Utara ini dapat diakses dengan waktu 30 menit dari pusat kota. Candi Penataran merupakan komplek candi Hindu terbesar di Jawa Timur, sebenarnya nama asli candi ini adalah Candi Palah namun lebih sering dikenal oleh orang-orang dengan nama Candi Penataran.

Candi Candra Sengkala

Pada kunjungan saya ini saya mengunjungi candi ini ketika sore hari dan cuaca yang dingin dikarenakan cuaca sehabis hujan sehingga foto-foto yang saya ambil kurang greget. Candi Penataran pertama kali dilaporkan oleh Sir Thomas Stamford Raffles dalam History of Java dimana disebutkan pada tahun 1815 Dr. Horsfield menemukan reruntuhan candi Hindu di Penataran. Diperkirakan juga candi ini dibangun mulai abad XII M sampai abad ke XV M dengan demikian candi ini dibangun sejak masa pemerintahan Kerajaan Kediri hingga Kerajaan Singasari dan berakhir pada masa Kerajaan Majapahit.


Candi Naga

Foto diatas merupakan sebuah candi yang disebut sebagai Candi Naga yang hanya tersisa bagian kaki dan badan dengan ukuran kurang lebih 4x7 meter. Pada bagian candi Naga ini banyak ditemukan relief-relief berbentuk naga.  Dengan luas tanah kurang lebih 180m x 130m dengan terbagi tiga halaman yaitu halaman satu yang terdapat dengan arca dwarapala berangka tahun 1242 saka dan halaman dua yang awalnya dihubungkan dengan halaman satu dengan sebuah gapura yang terletak di sebelah selatan candi. Halaman dua ini dulunya dibagi oleh dua tembok yang membujur arah timur barat dan pada sudut utara gapura halaman dua terdapat sebuah batur dengan denah segi empat berbahan batu andesit. Sedangkan pada halaman tiga yang yang terletak di ujung tenggara sebagi bagian paling belakang dari kompleks candi dan terletak di tanah yang lebih tinggi dari yang lainnya , karena adanya anggapan bahwa tempat ini merupakan yang paling sakral. 





Pada halaman ketiga ini terdapat sebuah bangunan candi utama yang berbentuk lebih besar dari candi-candi lain disekitarnya dengan model piramida berundak dengan teras pertama yang dikelilingi relief-relief cerita Ramayana lalu teras kedua dengan dipenuhi cerita Krcnayana dan pada teras ketiga yang dipenuhi dengan relief naga dan singa bersayap. Adapun biaya untuk memasuki candi ini gratis dan jika anda menggunakan kendaraan bermotor anda cukup membayar biaya parkir saja di tempat parkir yang yelah disediakan oleh warga sekitar.
Share:

0 komentar:

Post a Comment