Friday, 18 August 2017

Tri Darma atau Tiga Penganut Berbeda di Klenteng Tri Darma Tjoe Hwie Kiong

Kediri , apa yang kalian tahu tentang kota ini ? Tahu ? hahaha memang di Kediri terdapat berbagai macam olahan tahu, tapi kali ini ada sebuah tempat bersejarah yang mungkin jangan sampai terlewatkan jika kalian jalan-jalan di kota terbesar ketiga di Jawa Timur ini, yaitu Klenteng Tri Darma Tjoe Hwie Kiong. 



Merupakan sebuah klenteng yang cukup indah karena terletak di pinggir Sungai Brantas dan beralamat di jalan Yos Sudarso No 148, Kota Kediri. Ada sebuah alasan mengapa klenteng ini bernama Tri Darma, sebab di klenteng ini juga terdapat tiga penganut, yaitu penganut Tao, Budha, dan Konghucu. Dibuktikan dengan adanya altar Tri Nabi di Klenteng Tri Darma masing-masing berisi arca Lao Tze bagi para penganut Tao dengan lambang Yin Yang. Adapaun Altar kedua berisi arca Budha Sakyamuni bagi penganut Budha dengan lambang Swastika. Selanjutnya atau yang terakhir adalah arca Nabi Kong Hu Cu bagi penganut Konghucu dengan lambang Genta.


Klenteng ini masuk kedalam Balai Purbakala dan Cagar Budaya oleh pemerintah kota Kediri, konon katanya bangunan ini berdiri sejak 1895 dan dibangun oleh warga tionghoa yang bermukim di Kediri. Tidak jauh dari bangunan ini juga banyak terdapat beberapa bangunan tua dengan gaya arsitektur tempo dulu dan bisa dibilang ini merupakan kawasan pecinaan atau Old City of Kediri, salah satunya ada terdapat sebuah gereja dengan arsitektur seperti bangunan di Eropa.



Kim Lo

Patung Makco Thian

Pada bagian depan klenteng terdapat sebuah gerbang terlihat cukup menarik dengan warna merah dan kuning khas orang tiongkok, dengan motif susunan bata dengan tulisan diatasnya yang bertulis "Yayasan Tri Darma Tjoe Whie Kiong Kediri" . Memasuki halaman klenteng, kalian akan melihat beberapa bangunan ataupun patung-patung, salah satunya kim lo atau tempat pembakaran kertas persembahyangan, selain itu terdapat sebuah patung berwarna abu-abu menjulang tinggi sekitar 5-6 meter bernama patung Makco Thian yang juga dijuluki sebagai dewi laut. Konon katanya ini merupakan patung Makco Thia tertinggi di Indonesia, patung ini menghadap ke arah sungai Brantas, bahkan konon katanya patung ini didatangkan langsung dari Tiongkok dan pastinya terbuat dari bebatuan asli Tiongkok.
Share:

1 comment: