Sunday, 27 August 2017

Pusara Pejuang Daerah di Kabupaten Hulu Sungai Selatan

Mungkin generasi sekarang banyak yang tidak mengetahui siapa saja pahlawan daerah dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan, kalau ditanya mungkin yang paling mereka tahu adalah Brigjen Hj. Hasan Basery yang lahir di Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang kini sudah dianugrahi sebagai pahlawan nasional berdasarkan surat keputusan presiden pada tahun 2001. Sebenarnya Hulu Sungai Selatan memiliki beberapa pejuang lokal lain yang mungkin cukup jarang terdengar oleh anak-anak zaman sekarang, sebut saja Aluh Idut yang merupakan pahlawan wanita, Panglima Bukhari sang pemimpin peristiwa Amuk Hantarukung, Ibnu Hadjar yang berasal dari Ambutun dan lain sebagainya, di Hulu Sungai Selatan terdapat beberapa makam pahlawan lokal lain seperti H. Darham Hidayat, H. Daeng Ladjida, Abdul Sani, H. Atsmawati, Mawardi, H.R. Sukadani, Setia Budi, Samidri AD, dan H. M. Yusi yang kini menjadi nama salah satu nama jalan namun saya pribadi masih belum mengetahui mereka asli Hulu Sungai Selatan atau bukan. Berikut ini sedikit pusara atau makam pejuang-pejuang di Hulu Sungai Selatan yang saya ketahui dan masih bisa kita kunjungi :

1. Makam Tumpang Talu


Makam Tumpang Talu ini merupakan makam dari Landuk, Matamin, dan Panglima Bukhari yang merupakan pimpinan dalam peristiwa Amuk Hantarukung 1899 di Simpur dan sekitarnya. Mereka gugur dalam sebuah pembrontakan masyarakat yang tidak lagi bersedia melakukan Rodi kepada Pemerintah Belanda dan mereka(Bukhari, Landuk, Matamin) yang gugur ini di makamkan di kampung Parincahan, peristiwa Amuk Hantarukung ini melibatkan para warga kampung Hantarukung, Ulin, dan Hamparaya. 

2. Makam Aluh Idut


Aluh idut merupakan pahlawan wanita yang berasal dari kabupaten Hulu Sungai Selatan dan di makamkan di kawasan yang kini diberi nama Aluh Idut atau atas namanya sendiri. Tidak banyak sejarah yang dapat saya ceritakan disini karena minimnya informasi tentang pejuang wanita Hulu Sungai Selatan ini.

3. Makam Abdul Sani


Abdul Sani merupakan seorang pejuang lokal yang makamnya masih dapat kita temui di Angkinang, jika kalian ingin mengunjungi Pusara Pejuang ini cukup mudah karena terletak di pinggir jalan raya dan didepannya sudah terdapat papan informasi yang bertuliskan Pusara Pejuang. Tidak banyak yang dapat saya jelaskan disini karena minimnya informasi mengenai sejarah perjuangan beliau yang saya dapat.

4. Makam 6 Pahlawan Ida Manggala


Makam ini merupakan makam 6 orang pejuang yang gugur mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada 23 maret 1949 di desa Ida Manggala, menurut sejarah dan informasi yang didapat mereka ber-enam merupakan pejuang yang dibawa Belanda dari arah Banjarmasin lalu di turunkan di Ida Manggala dan kemudian ditembak mati. Enam pejuang ini bernama Ahmad Sumbawa, Muhammad, Salamat, Ugub, Marhallah, dan Darmawi.

5. Makam H. M. Yusi


H. M. Yusi merupakan pejuang nasional berpangkat Letnan Kolonel yang juga merupakan teman dari H. Hassan Basery dan Gubernur M. Maksid, mereka dikenal sebagai tiga serangkai yang sangat menentang keberadaan PKI atau komunisme. Makam H. M. Yusi dapat kalian jumpai didaerah Karang Jawa, Kecamatan Padang Batung.

6. Makam Pahlawan Pusara Bhakti Banua


Merupakan taman makam pahlawan yang lumayan besar yang terletak di perbatasan kecamatan Loksado dan Padang Batung,  Terdapat sekitar beberapa makam yang diketahui namanya, yaitu Ardi/rakhmat, Abdul muis-Ajung , Marhalit-Ahim, Darmawi-Djandjam, Acung-Jungle-Lihun, Djuhri-Sakar, jafar-hawa ,Erman-Haris ,Ijing-Lihun ,Syahdan-Togub ,Misrun-Kurnia ,Arga Baru-Andut ,Syarkawi/Hanafiah ,Idjuh-Atjil ,Ira , dan Ilas-Camit. Namun tidak banyak cerita-cerita sejarah yang saya dapatkan tentang perlawanan mereka terhadap penjajah.
Share:

0 komentar:

Post a Comment