Wednesday, 16 August 2017

Pengalaman Luar Biasa dan Cerita Singkat Selama Belajar di Pare

Pare , Siapa yang tak mengenal kota ini ? jika anda sudah mengenal kota ini. Apa yang kalian tahu tentang Pare ? mungkin sebgaian dari kalian akan menjawab Kampung Inggris, yups benar ! kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya selama di Pare. Pare sendiri sudah sangat terkenal diseluruh Indonesia dengan adanya sebuah kampung yang menjadi destinasi banyak orang untuk belajar bahasa Inggris. Dibuktikan dengan banyaknya kaula muda maupun tua yang datang dari beberapa kota di Indonesia untuk belajar bahasa Inggris, seperti yang datang dari kota Jambi , Bengkulu , Medan , Padang, dan lain sebagainya.

Salah satu sudut jalan di Kampung Inggris, dimana para pelajar disini hanya menggunakan sepeda. Karena disini banyak terdapat tempat yang menyewakan sepeda.

Ini merupakan pengalaman pertama saya belajar ke Pare, saya datang tepat pada tanggal 9 Juli 2017 lalu saya mendaftar awalnya saya ragu dan hanya mengambil selama 2 minggu dengan mengambil 3 program + camp jadi per harinya saya memiliki 5 kelas. Ketika saya datang di bandara Djuanda International Airport saya di jemput oleh travel dengan sebuah bus , namun setelah saya masuk semua penumpang adalah cewek kecuali si bapak sopir. "Waduhhh.. cewek semua ini " begitu saya pikir. selama di perjalanan saya banyak diam karena gak ada teman ngobrol dan cuma bapak sopir aja yang bisa saya ajak ngobrol itupun sekali-kali aja karena saya duduk didepan dan tepat diantara saya dan bapak sopir ada cewek. Terbesit dalam hati mau ngajak ngobrol cewek ini tapi aku takut dibilang modus wkwkwkw.. "yaudah aku jual mahal aja" begitu aku pikir. Ketika di Mojokerto kami melakukan makan siang dan sholat, tapi saya masih gak ada yang cocok untuk diajak ngobrol karena cewek semua dan ditambah mereka duduknya pisah-pisah alias dengan kelompoknya masing-masing. Lalu saya melihat bapak sopir dan saya menghampirinya untuk makan bareng, setelah selesai makan dan beribadah kami lanjut perjalanan lagi.


Ketika Kami tiba di Pare mereka turun satu per satu sesuai dengan lembaga yang mereka ambil, sampai pada akhirnya saya turun di depan Office lembaga Global English. Disana banyak sekali anak-anak yang akan melakukan her-registrasi. Saat saya her-registrasi saya disuruh mencatat sebuah kode pembayaran saya di samping, lalu disini terjadi sebuah kebodohan. kata mbaknya "disamping" tapi saya mengartikan di rumah disamping, jadi saya keluar dari office lalu mendatangi tempat disamping hahahaha.. bego banget, padahal itu tempat orang lain. pada saat itu karena saya lagi gak fokus , lalu yang terjadi saya cuma bengong aja dan saya menyadari setelah gak ada apa-apa disini lalu saya balik dan ternyata yang dimaksud adalah disamping office, bukan bangunan disamping hahaha.

Kaos kebanggaan Alaska Camp


Setelah selesai proses Her-registrasi saya diantar ke tempat dimana saya tinggal, yaitu Alaska Camp. Orang pertama yang saya temui disini adalah Mr. Syam , merupakan seorang tutor dari Global Camp dan pembina kami di Camp. Saya mendapatkan kamar nomer 2 dan saya tinggal bersama teman saya 2 orang dari Bogor , satu orang sudah menjadi mahasiswa di Universitas Andalas di Kota Padang dan satunya masih seorang siswa. Kesan pertama saya datang disini saya merasa senang karena saya bisa mendapat pengalaman baru, tepat didepan kamar saya ada teman dari Germany dan teman dari East Nusa Tenggara yang awalnya saya kira merupakan Native Speaker. Pada hari pertama saya menjadi seorang yang pendiam sampai pada akhirnya di hari kedua saya sudah mulai klop dengan teman-teman, karena sebagian besar dari mereka juga datang kesini sendirian. Saya berkenalan dengan beberapa teman dari Cilacap, Bandung, Bogor, Labuan Bajo dan lain sebagainya.

Saat kelas malam di Alaska Camp
Pada dua minggu pertama ini saya yang mengambil 3 program punya cerita tersendiri di tiap kelasnya. Ada kelasnya yang boring, ada yang fun, dan ada yang gak kompak sama sekali. Lalu bagaimana dengan dua kelas di Camp ? kelas di camp menurut saya lebih asik, dimana di camp ada kelas subuh pada jam 5 pagi dan kelas malam jam setengah 7 malam dan murid-muridnya adalah anak camp itu sendiri, karena isinya cowok semua dan rasa solidaritasnya lebih tinggi. Oh iya camp saya punya jargon yaitu "Absolutely English dorm , We are big brotherhood". Selain itu yang bikin di camp itu sangat seru biasanya ada game , jadi kita gak bakalan boring. Sehabis program camp biasanya kita juga sering makan malam bareng-bareng bersama tutor kami dan bahkan karaoke bareng di salah satu tempat yang menjadi favorit kami untuk bersantai. Hampir tiap malam kami melaluinya seperti itu , dimana momen-momen kebersamaan seperti itu yang bikin membekas di hati. Kalau makan siang ? makan siang kami biasanya juga makan bareng terus namun kadang tidak semua ikut karena kami memiliki jadwal kelas yang berbeda-beda pada pagi sampai sore harinya. Bagi anak Alaska pastinya sering makan siang atau sarapan pagi di warung Mubarokah. "Mubarokah for life" begitu anak-anak bilangnya hahaha.. Pastinya momen-momen kebersamaan begini pasti bakalan kalian rindukan ketika meninggalkan Pare. Selain itu setiap malam jumat biasanya ada yasinan dan bagi yang non muslim biasanya disuruh untuk beribadah juga sesuai dengan kepercayaannya masing-masing.

Bareng Altris dan Gritis, diantara 3 ini saya yang paling muda, karena Altris sdh graduate dari UNIKAMA dan Gritis sudah graduate dari UNDIP.


Bareng Richard(Cilacap), Andi(Wonogiri), Dimas(Lampung), Mr. Alam(Situbondo), Marlin(Kendari), Fajrin(Makassar), Bariq(Ponorogo).

Momen bareng saat habis main futsal bareng, namun beberapa anak sudah pada pulang duluan.

Selfie bareng Fadhlan(Palembang), Fathur(Padang), Bariq(Ponorogo), Arya(Trenggalek), Gritis(Boyolali), Altris(Labuan Bajo), Dimas(Lampung), dan yang sedikit gerak , yaitu si Herry(Bandung).
Selfie bareng dulu mumpung wajah penuh bedak hehehe.


Ada momen lain yang juga cukup asik pada dua minggu pertama walau di dua minggu pertama tidak ada Gathering antar camp, saat kami mendapatkan tugas pada kelas di camp, kami disuruh untuk mencari orang-orang di luar sana dari lembaga berbeda untuk memberikan penilaian tentang bahasa Inggris kami. Kami pun keluar , namun kami bingung mau sama siapa. Lalu pada pertigaan di Anyelir dekat dengan Pos kamling ada tiga orang cewek dan itu cocok dengan kelompok kami yang berisi tiga orang. Saat kami menghampiri mereka langsung tertawa ngakak gak jelas lalu kami pun bingung :v , ada satu cewek yang bersuara "bentar dulu yaa, selesaikan ketawanya". 3 dara ini berasal dari Bandung, Lampung, dan Sragen dan 2 orang dari 3 cewek itu berkuliah di Yogyakarta.

Momen selfie saat Farewell Party 2 minggu pertama.

Masak-masak bareng.

Saat-saat bersama di malam Farewell party 2 minggu pertama.

Bakar-bakaran saat Farewell party 2 minggu pertama.


Sampai pada beberapa hari terakhir saya merasa sangat nyaman di Pare dan sangat-sangat menikmati kehidupan disini dan tidak ingin pulang jadinya, lalu saya berniat untuk menambah program lagi 2 minggu dan kalo ditotal saya di Pare selama 4 minggu dan saya kembali mengambil 3 program. Pada hari terakhir di 2 minggu pertama kami mengadakan Farewell Party karena beberapa teman ada yang mengambil program hanya 2 minggu dan ada yang sudah lama disini. Momen Farewell sangat menyenangkan tapi sedikit bikin sedih juga karena bakalan berpisah dengan beberapa orang teman. Pada momen Farewell Party ini sangat terasa momen-momen kebersamaannya. Kita masak bareng makan bareng dan semuanya serba bareng kecuali mandi wkwkwkw.

Teman-teman baru di Alaska Camp (2 Minggu berikutnya)

Dua minggu berikutnya ini saya kembali bertemu teman-teman baru lagi, kali ini teman sekamar saya ada dari Medan, Bali, dan Mojokerto. Kali ini saya merasa tidak terlalu sulit untuk beradaptasi karena saya sudah mengenal keadaan disini. Dikelas pastinya bertemu orang baru lagi dan pastinya berbeda-beda diantara 3 kelas program yang saya ikuti, sama seperti sebelumnya, ada kelas yang fun atau kompak, ada kelas yang boring, ada kelas yang asik tapi juga kadang boring wkwkwk.

Salah satu foto barengan kelas saya yang Speaking jam 10:30 bersama Ms. Fitri. saya cuma ada foto barengan kelas saya yang ini saja :(, untuk kelas pronunciation ,grammar , dsb gak ada . 

Pada dua minggu berikutnya ini ada salah satu program yang juga cukup seru yaitu Gathering bersama camp lain-lain. Di Global ada program Gathering dimana kita akan bertemu anak-anak Camp lain dan sangat banyak pastinya. Kita akan dikumpulkan di suatu tempat seperti Office atau Camp lain sebagai tuan rumah, lalu kita akan berhadapan Cewek Vs Cowok untuk berdebat dengan topik yang ditentukan, ini merupakan momen yang sangat seru karena kebanyakan anak-anak pasti memilih pasangan yang cantik dan ganteng ahhahaha. Kebetulan pada 2 minggu pertama tidak ada gathering dan pada 2 minggu berikutnya baru ada Gathering. Gathering ini biasanya seminggu sekali dan diadakan setiap rabu malam, saat gathering yang malam saya bertemu teman cewek dari Salatiga dan disampinya dari Lombok lalu pada Gathering subuh saya bersama cewek dari Bekasi. 

Pada Gathering di minggu selanjutnya saya bertemu 3 cewek sekaligus pada gatheringnya kenapa karena kebanyakan ceweknya daripada cowoknya jadi kemarin 3 Cewek vs 2 Cowok dan kebetulan kemarin tempatnya di BSK, dimana di BSK ceweknya sangat banyak dan sangat-sangat penuh, 3 cewek tersebut dari Tegal, Bekasi, dan satunya lupa. Pada subuhnya kembali diadakan gathering, saat subuh ini saya bertemu teman dari Palu (Sulawesi Tengah) , kalo sama teman saya yang ini masih sering menjalin kontak karena kami saling follow di Instagram dan berteman di WA.

Nah ini saat Farewell Party di 2 minggu selanjutnya.

Kita masak-masak dan makan bareng.


Dihari-hari terakhir saat farewell party saya merasa sedikit sedih karena bakalan berpisah dengan teman-teman di Pare dan pastinya dengan Kota ini yang sangat-sangat membekas di hati karena disini saya banyak bertemu teman-teman baru yang sangat banyak, yang dimana awalnya saya datang kesini seorang diri. Sampai pada Farewell Party disini kami bermaaf-maaf an kepada teman-teman camp saya, dihari terakhir ini kami juga melakukan makan dan masak bareng-bareng seperti bakar-bakaran. Sampai tiba saatnya saya pulang pada hari minggu. Saat itu saya tidak tidur selama satu malam karena saya akan pulang saat tengah malam yaitu saat orang-orang pada tidur, namun sialnya driver yang bakalan mengantar saya ke bandara ketiduran jadi saya gak jadi pulang tengah malam. Asal kalian tau saya di PHP saya ga tidur dan nunggu penjemputan di ruangan depan , dimana janjinya bakalan di jemput jam 2 dini hari tapi nyatanya saya tunggu sampai jam 4 tak kunjung di jemput. Sampai pada akhirnya saya dihubungi oleh owner bahwa driver-nya ketiduran dan saya akan berangkat jam 6 pagi. Sial betul nasib ketika itu, udah gak tidur dan laper pula untung pesawatnya berangkat agak pagi jadi gak telat-telat amat. Ketika subuh tiba banyak teman yang sudah mulai bangun di camp , dan mereka bingung kenapa saya belum berangkat dan kemudian saya jelaskan.

Hingga tiba saatnya saya dijemput oleh driver yang mengantarkan ke bandara, saat itu saya sedikit sedih karena tidak bisa berpamitan dengan semua teman-teman saya, terlebih lagi semua teman-teman di kelas-kelas saya karena camp-nya berbeda-beda. Momen ini juga sangat emosional bagi saya, saya pamitan dengan mereka yang sudah bangun dan juga ada berpelukan dengan sahabat saya untuk say good bye dengan beberapa sahabat saya di camp karena sangat sedih bakalan berpisah dengan mereka.

Terulang lagi, kejadian seperti saat pertama berangkat ke Pare saya bertemu bapak sopir yang sama dengan keadaan yang sama yaitu seisi Bus cewek semua kecuali bapak driver. Koplak amat kejadian ini , pastinya banyak momen-momen yang bakalan sulit saya lupakan dari Pare dan sulit untuk saya jelasnya semuanya disini. Mungkin ini hanya segelintir saja cerita yang saya ceritakan kepada sahabat pembaca Blog saya, yang pastinya kehidupan di Pare itu sangat asik dan luar biasa.

Terima kasih buat Global English Pare.
Terima kasih buat semua tutor-tutor saya dari 6 kelas yang saya ikuti selam sebulan di Pare.
Terima kasih buat semua teman-teman saya dari 6 kelas berbeda dan semua teman-teman di camp selama 2 periode yang luar biasa.

Sampai jumpa di lain kesempatan , sedih memang karena gak bisa pamitan dengan bertatap muka dengan kalian semua.

I've been here with them
Kenangan terindah yang tak mungkin kulupakan
i will always keep it in my heart



Pare , 09 Juli - 06 Agustus 2017
Share:

1 comment: