Friday, 11 August 2017

Berwisata Melihat Koleksi Museum Airlangga Kediri



Museum Airlangga merupakan museum yang terletak di kawasan wisata Goa Selomangleng. Berjarak kurang lebih 3 kilometer dari kawasan perkotaan. Museum banyak berisi koleksi sisa-sisa kerajaan Kediri atau kerajaan Hindu. Bangunan museum berdesain modern dengan halaman yang sangat luas dan rindang, cukup enak buat beristirahat sejenak. Pada bagian depan museum terdapat kayu dengan tulisan Museum Airlangga dengan ornamen-ornamen khas kerajaan tempo dulu. Adapun tiket masuk kesini tidak terlalu mahal, yaitu hanya seharga 2000 rupiah.



Bermacam-macam ornamen yang bisa kalian temukan disini, seperti gerabah, arca, alat-alat, kolam buat mandi , tembikar, prasasti dan lain sebagainya. Namun sebagian besar koleksi yang ada di museum ini tidak berbentuk utuh. Mungkin saat ditemukan ornamen ini sudah hancur tergerus zaman, namun kalian masih bisa melihat beberapa ornamen yang masih berbentuk utuh disini. Banyak koleksi dari museum itu sendiri kurang informasi mengenai asal-muasalnya, hanya ada deskripsi penjelasan ini apa dan fungsinya apa. 


Selain itu di dalam museum juga terdapat Altar batu, altar batu merupakan sebuah batu monolit berbentuk menyerupai meja berhiaskan bunga padma pada sisinya. Fungsinya sebagai tempat meletakkan sesaji pada waktu upacara keagamaan. Ada juga namanya Jalad wara yang merupakan pancuran air yang digunakan pada candi-candi untuk menyalurkan air. Bentuk-bentuk pancuran sendiri katanya mempunyai beragam bentuk dan artinya masing-masing yang berkaitan dengan lambang kesucian dan kesuburan. Didalam Museum juga ada yang namanya Pipisan dan gandik yang katanya digunakan sebagai alat untuk menumbuk jamu / obat tradisional, dengan cara meletakkan bahannya di atas pipisan lalu digiling dengan gendik yang keduanya berbentuk dari batu andesit.


Adapun koleksi yang paling menarik disini adalah Arca Dewa Wisnu yang merupakan koleksi arca yang berukuran paling besar di Museum Airlangga. Menurut penjelasan yang terdapat di Museum ini, Arca ini digambarkan berbusana mewah (Sambhaga kaya) dengan berdiri tegak (samabhangga) di atas landasan berbentuk teratai (padmasana) dan tangannya berjumlah empat (catur bhuja). 


Arca Dewa Wisnu berukuran besar ini dahulu berada di bagian dalam sebuah candi yang dibangun sebagai tempat pendarmaan seorang raja. Dalam masyarakat Jawa Kuno hal ini dilakukan karena adanya kultas dewa-raja, yaitu suatu keyakinan bahwa seorang raja dianggap sebagai jelmaan dari dewa yang turun ke dunia, sehingga ketika raja meninggal akan kembali menjadi dewa. Karena itulah dibuatkan arca perwujudan yang nantinya akan dipuja dalam sebuah bangunan candi oleh masyarakat.


Sumber : Museum Airlangga Kediri


Share:

0 komentar:

Post a Comment