Thursday, 30 March 2017

Dutch Cultural Heritage di Kajoe Tangan Malang


Salah satu daerah yang pastinya sudah sangat terkenal di Malang dan tidak dapat dipisahkan sejarahnya dengan kota Malang adalah jalan Kajoe Tangan Straat atau Jalan Jendral Basuki Rahmat. Daerah ini terkenal sebagai pusat perniagaan di kota Malang, membentang dari utara sampai selatan. Pada bagian utara bersambung dengan Tjelaket Straat atau sekitar Toko Avia dan ujung selatannya adalah alun-alun kota Malang.



Sepanjang jalan ini banyak ditemukan bangunan-bangunan tua yang membentang sepanjang jalan, banyak bangunan yang sudah tak terawat lagi, entah karena tak ada pemilik atau memang terbengkalai karena tidak diketahui siapa pewaris bangunan tersebut. Bahkan kini banyak bangunan yang sudah tidak mempertahankan bentuk aslinya seperti dahulu.



Padahal disepanjang jalan ini banyak bangunan atau toko-toko yang sangat terkenal sejak dulu seperti Toko Lido yang terletak diperempatan Kajoe Tangan dengan Semeroe Straat yang menjual mainan-mainan anak kecil dari zaman 90an bahkan lebih tua, Toko Oen yang sangat terkenal dengan ice creamnya yang legendaris berdiri sejak 1930, Toko Riang yang terkenal sejak dulu dengan kuliner singkong bakarnya dan merupakan tempat bersantai sehabis dari Bioskop Merdeka, Toko Taman Tembakau yang sudah terkenal sejak zaman dahulu karena menjual cigar dan cerutu yang legendaris & Gereja Kajoe Tangan yang sudah berdiri sejak 1905. Bahkan kini ada satu bangunan tua yang sudah rata dengan tanah yaitu Bioskop Merdeka.



Dekat dengan Toko Lido terdapat sebuah perempatan yang cukup terkenal dan biasa disebut dengan perempatan Rajabally, dengan sentuhan kolonialnya di perempatan ini terdapat dua bangunan kembar pada sisi kiri dan kanannya yang seolah menyambut bagaikan gerbang selamat datang. Apabila dari arah timur ke arah barat di sebelah kanannya dulunya merupakan toko buku Boekhandel Slutter C.C.T van Dorp Co yang kemudian berganti menjadi toko Rajabally yang bergerak di jasa penukaran uang dan kini sebagiannya telah digunakan sebagai restoran padang dan pada sisi selatan atau sebelah kanan merupakan sebuah Bank Commonwealth. Awal dari pembangunan ini adalah ide dari sang arsitek dizaman Belanda yaitu Karel Bos, karena dulunya daerah ini terlihat sangat indah karena langsung membentang mengarah ke pegunungan Putri Tidur di barat kota Malang.

source photo https://commons.wikimedia.org/wiki/File:COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Het_kruispunt_Kajoetangan_-_Riebeekstraat_-_Smeroestraat_in_Malang_Oost-Java._TMnr_60005877.jpg



Pada bagian ujung selatan Kajoe Tangan Straat terdapat sebuah Mal pertama di Malang yang sempat menjadi primadona di tahun 90an di Kota Malang yaitu Sarinah Plaza, dulunya sebelum dipugar bukan bernama Sarinah Plaza tapi merupakan gedung Concordia yang merupakan saksi bisu sejarah rapat KNPI di kota Malang dan merupakan cikal bakal terbentuknya DPR RI pertama di Indonesia.

Bahkan berapa nama besar yang pernah berhadir pada rapat ini seperti Ir.Soekarno, Moh. Hatta, dr.Setyabudi, Ki Hajar Dewantara, Dr. Soetomo, dan beberapa tokoh lainnya. Sebenarnya di depan terdapat sebuah monumen yang memuat sejarah ini, namun kini telah dihancurkan.

Dan telah diganti dengan model terbaru yang sedikit lebih kecil, berbentuk sebuah batu yang terletak di samping tulisan dari Sarinah. Tapi untuk isi dari tulisan tetap sama seperti yang ada pada monumen sebelumnya.




Seiring berkembangnya kota Malang, daerah Kajoe Tangan mulai ditinggalkan dan sudah banyak toko-toko yang tutup dan tak terawat, semoga ada perhatian dari pemerintah untuk melestarikan dan mempertahankan keaslian bagian dari sejarah kota Malang ini agar tidak hilang di hati para arek ngalam, karena hanya menunggu waktu saja untuk melihat bagian dari sejarah ini ambruk atau tenggelam di makan zaman.

Referensi :
Share:

0 komentar:

Post a Comment