Wednesday, 1 February 2017

Eksotisme Daerah Dataran Rendah di Kabupaten Hulu Sungai Selatan



Meluncur ke Kabupaten Hulu Sungai Selatan di Kalimantan Selatan terdapat sebuah daerah yang cukup terkenal dengan industri iwak garihnya (Ikan Garih), yupp! betul daerah itu bernama Nagara yang terletak di Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan terbagi tiga kecamatan yaitu Daha Utara, Daha Selatan , dan Daha Barat. 

Nagara dulunya merupakan sebuah kerajaan yang terletak di Hulu Sungai Selatan dan konon katanya kerajaan Nagara ini merupakan pendahulu Kesultanan Banjar. Luas Kerajaan di Nagara dulu mencakup beberapa daerah di Barito Kuala dan juga Hulu Sungai Utara. 


Nagara yang merupakan daerah dataran rendah sendiri banyak mengandalkan transportasi sungai dan juga darat, bahkan untuk membawa barang-barang atau hanya untuk memancing dan juga bepergian warga Nagara cukup menggunakan transportasi sungai sebagai alat transportasinya. Setiap kita ke Nagara juga sangat mudah menemui kapal-kapal, perahu atau jukung orang banjar menyebutnya. Hanya untuk wisata di Nagara sendiri juga tersedia Kapal buat wisatawanan untuk menjelajahi Nagara melalu transportasi sungai yaitu dengan menaiki Bus Air Sinar Daha milik Pemkab. HSS.


Di Nagara pemandangan cukup eksotik dan romantik dimana kamu banyak melihat rawa-rawa terhampar luas dan pemandangan yang indah, terlihat para nelayan yang sedang mencari ikan di kejauhan. Pemandangan cukup unik dan cukup langka terlihat di daerah lain. Rumah-rumah disini juga berbeda dengan rumah-rumah didaerah lain , berhubung disini adalah dataran rendah maka rumah-rumah disini banyak mengandalkan kayu ulin atau kayu bulinan sebagai penompang rumahnya. Kayu ulin atau kayu bulinan sendiri adalah kayu dari pohon berkayu khas Kalimantan tapi biasanya orang-orang menyebutnya kayu besi, karena cukup kuat dan tidak mudah lapuk meski di rendam dalam air cukup lama.


Daerah di Nagara selain kita bisa dengan mudah menemukan kayu-kayu ulin atau kayu bulinan, disini juga merupakan industri gerabah-gerabah dan juga perahu-perahu.
Share:

2 comments: